Apa yang Dimaksud dengan Sandwich Generation?

Apa yang Dimaksud dengan Sandwich Generation?

Apa yang dimaksud dengan istilah generasi sandwich?  Apakah yang dimaksud generasi yang suka makan sandwich? 

Tentu saja yang dimaksud bukan itu. Istilah generasi Sandwich atau Sandwich Generation yang pertama kali diperkenalkan oleh pada tahun 1981 adalah sebutan untuk orang orang yang mempunyai peran ganda atau terhimpit dalam masalah financial untuk menghidupi 2 generasi, yaitu generasia atas yaitu orang tua dan generasi bawah yang terdiri dari  anak anak atau anggota keluarga lain yang lebih muda seperti adik. Selain menghidupi kedua  generasi, mereka juga masih harus mencukupi kebutuhan sendiri. Keadaan yang terhimpit di tengah tengah inilah yang menyebabkan orang orang ini disebut generasi sandwich yang disesuaikan dengan gambaran roti sandwich yang bertumpuk dengan isian di tengah.

Di Indonesia  generasi sandwich bukanlah hal yang asing karena  sudah biasa ditemukan  dalam 1 rumah tinggal 3 generasi yaitu generasi tua yang terdiri dari orang tua  yang sudah tua , anak anak dari orang tua yang sudah dewasa bekerja maupun menikah  namun masih tinggal serumah dengan orang tuanya dan generasi ketiga yang terdiri dari anak anak atau usia muda  yang terdiri dari anak generasi kedua atau saudara dari generasi ke dua.

Menghidupi orang tua  yang tinggal  serumah sudah menjadi kultur di Indonesia dimana ini disebut sebagai wujud bakti anak anak kepada orang tuanya saat ia sudah dewasa dan mempunyai penghasilan sendiri, membiayai  saudara saudara yang masih muda dan belum bisa mandiri secara finansial juga dianggap lumrah di Indonesia 

Dari data BPJS tahun 2019 diketahui bahwa persentase 3 generasi yang tinggal dalam satu rumah mencapai  40,64% dimana ini adalah presentasi yang cukup tinggi yang menunjukan indikasi bahwa  di indonesia generasi sandwich cukup banyak

Lalu yang jadi pertanyaaan mengapa bisa muncul generasi sandwich yang  harus tinggal dengan 2 generasi dan menopang biaya kehidupan mereka? .

Terjadinya generasi sandwich dalam keluarga dikarenakan generasi pertama yang merupakan orang tua  tidak mengelola keuangan mereka dengan baik dimana saat mereka tua dan tidak mampu lagi bekerja , mereka menggantungkan sepenuhnya kehidupan mereka pada anak anaknya yang telah dewasa dan memiliki penghasilan.Generasi pertama yang tidak mempersiapkan dana pensiun atau tabungan hari tua saat mereka masih dalam usia produktif menyebabkan saat mereka sudah lansia akhirnya hanya bisa bergantung pada anak anaknya yang sudah dewasa. 

Generasi pertama yang tidak bisa mempersiapkan dana pensiun atau tabungan hari tua untuk menghidupi dirinya saat sudah tua mungkin terjadi karena penghasilan generasi pertama yang kecil, banyak pengeluaran yang tidak disertai saving atau tabungan serta rendahnya kesadaran akan dana pensiun atau tabungan hari tua .

Selain ketiadaan dana pensiun atau tabungan hari tua faktor lain yang membuat generasi pertama menjadi pemicu munculnya generasi sandwich adalah kultur budaya di Indonesia yang mewajibkan anak untuk mengurus dan membiayai hidup orang tua saat mereka dewasa dan mempunyai penghasilan sebagai wujud balas budi dan bakti pada orang tua yang sudah membesarkan dan mengeluarkan banyak biaya untuk membesarkan anak anaknya.

Keberadaan generasi sandwich bukanlah hal yang baik, karena orang orang yang menjadi generasi sandwich mengalami beberapa dampak negatif yang mempengaruhi dirinya sendiri atau kehidupannya:

  1. Rawan mengalami stress

Orang orang yang  menjadi bagian dari generasi sandwich akan mudah mengalami tekanan tekanan emosional akibat harus menanggung biaya hidup banyak orang disekitarnya yang merupakan anggota keluarga dan dirinya sendiri atau keluarganya sendiri, 

Apalagi jika penghasilan orang orang generasi sandwich ini kecil sehingga sulit baginya untuk membagi penghasilannya untuk dirinya sendiri atau keluarganya sendiri dan untuk orang tuanya atau anggota keluarga yang menggantungkan kehidupannya pada generasi sandwich

  1. Terganggunya Kehidupan Pribadi maupun sosial

Tinggal bersama satu rumah dengan dua generasi yang berbeda bisa menimbulkan masalah dan konflik yang mengganggu kehidupan pribadi dan sosial orang orang yang menjadi generasi sandwich.

  1. Masalah  pengelolaan penghasilan

Generasi sandwich yang menanggung beban hidup orang tua dan anggota keluarga yang menjadi tanggungannya tentu akan memunculkan masalah dalam mengatur keuangan dan penghasilannya dimana generasi sandwich akan kesulitan untuk mengatur untuk tabungan atau saving bagi dirinya sendiri karena pengeluaran yang lebih banyak .kesulitan saving inilah yang pada akhirnya akan memunculkan generasi sandwich baru 

Karena dampak yang buruk diatas, maka mata rantai generasi sandwich perlu diputus agar tidak terulang pada generasi berikutnya. 

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk memutus rantai generasi sandwich  adalah perlunya mengatur keuangan dengan baik, mengatur keuangan dengan baik disini dimaksudkan agar ketika sudah tidak lagi dalam usia produktif dan mempunyai penghasilan, bisa hidup layak tanpa perlu menjadi beban bagi generasi selanjutnya.

Merencanakan dana pensiun atau tabungan pensiun cermat, mengelola gaji dan pengeluaran dengan baik serta menambah penghasilan serta menambah adalah point point yang perlu dilakukan dalam pengelolaan keuangan yang baik.