Istilah-istilah yang Harus Kamu Ketahui Seputar Deposito

Istilah-istilah yang Harus Kamu Ketahui Seputar Deposito

Deposito adalah produk tabungan yang disediakan dari bank untuk nasabah. Namun, deposito ini berbeda dengan tabungan biasa. Apabila pada tabungan biasa uang bisa diambil kapan saja, pada deposito hanya bisa diambil dalam jangka waktu yang sudah disepakati. Biasanya jangka waktunya bisa mencapai 3 bulan hingga 24 bulan, di mana nasabah bisa memilih masa deposito. 

Di dalam deposito sendiri terdapat beberapa istilah yang harus diketahui. Istilah-istilah ini akan membantu Anda untuk memahami lebih jauh tentang deposito sebelum akhirnya membuka rekening tersebut. Dalam artikel ini akan dibahas lebih jauh apa saja istilah yang ada dalam jenis tabungan yang satu ini. Mari simak ulasannya. 

Istilah Seputar Deposito yang Harus Diketahui 

Ketika Anda ingin membuka tabungan deposito, akan ada beberapa istilah yang mungkin tidak dipahami. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui istilah-istilah seputar deposito ini. berikut ini adalah istilah-istilahnya: 

1. Tenor 

Tenor adalah periode atau masa penyimpanan uang deposito. Biasanya masa tenor ini dimulai dari 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan. Nasabah hanya bisa mengambil uang simpanan deposito sesuai dengan tenor yang sudah dipilih dan ditentukan oleh pihak bank. Apabila nasabah mengambil sebelum masa tenor, maka harus membayar biaya pinalti. 

2. Bunga Deposito 

Istilah yang satu ini adalah imbalan yang akan diberikan kepada nasabah yang membuka rekening deposito. Pembayaran bunga deposito ini akan diberikan di akhir masa tenor deposito dan besarannya ditentukan dari angka persentase yang diberikan oleh bank dan sudah disepakati bersama. 

Perlu Anda ketahui, bahwa besaran suku bunga ini telah diatur oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan. Di mana pihak bank tidak diperkenankan menaikan bunga deposito lebih tinggi dari angka yang ditetapkan. Kebanyakan bank biasanya memberikan suku bunga deposito ini berkisar 2% hingga 7%. 

3. Setoran awal 

Istilah yang satu ini mengacu pada nominal uang yang akan ditabungkan dalam rekening deposito. Bank akan memberikan batasan minimal untuk nasabah untuk setoran awal ini. Untuk maksimal dana yang disetorkan tidak lebih dari 2 milyar rupiah, karena jumlah yang diawasi oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan tidak lebih dari angka tersebut. 

4. Biaya Administrasi 

Sama seperti tabungan biasa, rekening deposito pun akan dikenakan biaya administrasi yang dibebankan kepada nasabah. Jumlahnya juga bergantung dari kebijakan dari pihak bank. 

5. ARO

Automatic Roll Over atau disingkat ARO merupakan sistem untuk perpanjangan masa tenor dari rekening deposito. Seperti namanya, sistem ini akan berjalan secara otomatis jika nasabah tidak mencairkan dana yang sudah ditabungkan. Tapi, nasabah juga mempunyai wewenang untuk tidak menghidupkan sistem ini. 

6. Sertifikat Deposito 

Setiap nasabah yang mempunyai rekening deposito akan diberikan sertifikat yang satu ini. Sertifikat deposito hanya bisa diterbitkan oleh bank yang berwenang. Bila nasabah ingin mencairkan dana, maka harus membawa sertifikat deposito. Sertifikat deposito ini berbeda dengan bilyet deposito. 

Untuk sertifikat deposito biasanya tidak mengandung nama ataupun lembaga tertentu dan dapat diperjual belikan kepada siapa saja. Biasanya sertifikat deposito ini akan ditawarkan dari bank yang menerbitkannya dan mempunyai jumlah serta suku bunga yang berbeda. Adapun aturan yang diberlakukan untuk bisa mencairkan dana dan juga mencarikan suku bunga yang ditetapkan.

7. Bilyet Deposito 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa bilyet deposito berbeda dengan sertifikat deposito. Bilyet deposito adalah sebuah bukti kepemilikan tabungan deposito berjangka. Di mana bilyet ini tidak bisa dijual belikan seperti sertifikat deposito. Banyak sekali yang mengira bahwa bilyet ini sama dengan sertifikat deposito, padahal keduanya sangatlah berbeda. 

Tips Memilih Deposito 

Setelah mengetahui istilah seputar deposito, maka Anda juga perlu tahu bagaimana cara untuk memilih deposito yang tepat. Berikut ini adalah tips untuk bisa memilih produk deposito yang tepat: 

1. Reputasi bank 

Tips pertama ketika Anda ingin membuka rekening deposito adalah dengan menganalisa reputasi dari bank. Pilihlah bank yang sudah mempunyai reputasi baik dan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Tidak hanya itu saja, Anda pun lebih baik memilih bank yang sekiranya mempunyai sistem finansial yang sehat agar terhindar dari bank yang akan bankrut. 

2. Kenali fasilitas yang diberikan

Selanjutnya, Anda perlu memahami tentang fasilitas yang diberikan oleh bank tentang tabungan deposito. Contohnya seperti berapa besaran suku bunga yang diberikan, jumlah setoran awal, biaya administrasi hingga masa tenor. Anda pun juga harus mengetahui aturan tentang penarikan dana sebelum masa tenor berakhir serta adakah sistem ARO atau tidak. 

3. Jangan tergiur bunga yang terlalu tinggi 

LPS yang menjadi penjamin akan tabungan deposito telah menetapkan suku bunga tertinggi adalah 7,5%. Bila Anda ditawarkan suku bunga yang lebih tinggi dari angka tersebut, maka lebih baik jangan langsung tergiur. 

Itulah beberapa istilah seputar deposito yang perlu Anda ketahui serta tips untuk memilih produk deposito yang tepat. Hal paling penting ketika Anda ingin menabung deposito adalah mengetahui lebih jauh tentang layanan yang akan diterima.